“Anda cukup taat untuk dua jam,” ucap Julian sudah menunggu di lobbi gedung griya tawang. Nara menatap tak suka pada pria itu. “Kamu pikir aku berani kabur di saat ada Yeni?” balasnya, mendesis penuh kekesalan. Melihat penampilan Julian yang sudah kembali rapi tanpa ada gips di tangannya, “bagus aku membantumu untuk tetap bekerja dengan Devan.” Nara melewati Julian begitu saja, masuk lebih dulu ke dalam lift bersama Yeni. Yeni juga masih belum memaafkan kekerasan yang dilakukan Julian pada Nara. Sementara Julian berdiri di depan, menekan nomor lantai untuk Nara. Kebebasan dua jam di taman lantai bawah seharusnya terasa seperti oksigen bagi paru-paru Nara yang sesak. Namun, saat ia melangkah kembali ke dalam penthouse, udara mewah itu justru terasa beracun. Aroma bunga dari taman masih

