“Yeni … kamu tau kan?” Nara sedang benar-benar ingin mencari tahu. "Non ... Yeni mohon," bisik Yeni, suaranya bergetar hebat. "Jangan Non sebut nama itu. Pak Julian nanti bisa pecat Yeni ... atau melakukan hal yang lebih buruk kalau tau kita malah membicarakan masa lalu Pak Devan sebelum diadopsi." Diadopsi. Kata itu berdentum di kepala Nara seperti hantaman godam. "Jadi dia bukan anak kandung keluarga Reuben?" desak Nara, suaranya naik satu oktav karena terkejut. "Tolong, Non. Cukup." Yeni buru-buru memungut serbetnya dan melangkah pergi dengan langkah seribu, meninggalkan Nara sendirian di ruang makan yang mendadak terasa terlalu luas dan sunyi. Nara semakin ingin tahu, tetapi dia tidak bisa memaksa Yeni bercerita. Gadis itu tahu kalau hal itu mungkin berisiko besar jika terus dikul

