“Non cepetan duduk di sini, Yeni coba periksa badan Non dulu ya.” Yeni membantu Nara untuk segera duduk. Sementara pandangan Nara nanar, tak merespon apa yang diucapkan oleh Yeni. Terburu-buru Yeni segera mengambil kotak P3K. gadis itu meringis sendiri menyaksikan kamar Nara yang sudah menjadi kapal pecah. Nara masih tidak berbuat apa-apa, hanya duduk diam. “Aduh Non, kakinya … tangannya, lecet semua,” ringis Yeni, merinding saat membayangkan Nara yang tengah merasakan peri karena lukanya. “Yeni panggil Dokter Mira aja ya?” Nara segera meraih tangan Yeni, menggeleng pelan, “enggak usah, Yeni, jangan.” Yeni ingin menyela, tapi tatapan Nara yang sendu dan wajahnya yang lelah membuatnya melunak. “Biar Yeni obati ya?” Nara hanya mengangguk kecil. Yeni sesekali melirik pada Nara. Wanita

