Bab 95

1575 Kata

"Hanya seseorang yang belum mau melihat Reuben Group hancur malam ini," sahut sosok itu sebelum melompat ke atas tumpukan kontainer dan menghilang ke dalam kegelapan atap gudang dengan kecepatan luar biasa. Devan tidak punya waktu untuk mengejar. Ia menoleh ke arah Mahendra yang kini sudah berhasil memegang senjatanya kembali. Namun, Devan tidak gentar. Dengan satu tangan mendekap Nara sembari tangannya menutupi mata gadis itu, ia mengarahkan senjatanya ke arah kaki Mahendra dan menarik pelatuknya tanpa ragu. Dor! "AAARGHH!" Mahendra menjerit, memegangi kakinya yang hancur. "Aku tidak membunuhmu sekarang, Mahendra. Itu terlalu mudah," desis Devan dengan tatapan yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut. "Aku akan membiarkanmu hidup cukup lama untuk melihat bagaimana aku menghancurka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN