Pasca percikan api yang membara di dalam mobil, suasana di penthouse mendadak berubah menjadi dingin membeku, seolah suhu udara ikut membekukan jiwa mereka. Sudah tiga hari Devan tidak pulang. “Non … kenapa melamun?” tanya Yeni merasa khawatir akan kondisi wanita yang dilayaninya itu. Nara menggeleng, tersenyum, “enggak ada apa-apa, Yeni.” Rasanya aneh, tapi Yeni tidak tahu soal apa. Nara biasanya akan cerewet kepadanya, seolah menunjukkan sebuah kehidupan nyata pada wanita cantik itu. Namun, sekarang, Nara seolah kehilangan semangatnya. Biasanya selalu minta ditemani, tapi dua hari ini malah Nara yang banyak mengurung diri di kamar. “Non, ayo makan siang dulu,” ajaknya. Nara mengangguk kecil. Yeni segera menggandeng Nara, dia menunjukkan pelayanannya yang sempurna pada Nara. Bagin

