Bab 18. Dua versi malaikat

1704 Kata

“Aku sangat ingin rumah,” Alifa menghela lemah, menatap kertas sketsa desain miliknya. Desain rumah yang diimpikannya selama ini, bahkan untuk menggambarkan desainnya saja Alifa butuh waktu berbulan-bulan. Jelas tidak akan menjual hasil karya tersebut dengan harga murah, harus sebanding dengan tenaga, waktu dan air mata yang telah dikorbankan. “Rumah impian.” ucapnya pelan.. Suasana malam ini sangat indah, cahaya-cahaya terlihat seperti taburan bintang yang membuat siapapun terpukau saat memandang. Apalagi dilihat dari ketinggian dengan jarak yang cukup jauh. Rasanya segala kepenatan yang terjadi di siang hari tidak terlihat lagi. Tapi, keindahan itu hanya euforia semata, aslinya kekacauan lalu lintas masih terjadi. “Setelah bertemu dengannya, ada banyak hal yang berubah.” Alifa meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN