Bab 19. Akulah penjahatnya

871 Kata

Hari ini Adrian menyempatkan diri untuk datang ke rumah kedua orang tuanya. Kesibukan kerap membuatnya jarang berkunjung, meski begitu Adrian masih menjaga komunikasi dengan baik. Nyaris dua Minggu ia tidak berkunjung, malam ini sebelum pulang ke rumah pribadinya, Adrian akan menyempatkan diri untuk menemui sang Ibu yang sudah mulai protes karena ia tidak berkunjung. “Bagaimana pekerjaan kamu?” Tika menyambut kedatangan putra tunggalnya, putra yang selalu menjadi kebanggannya. “Lancar,” jawab Adrian. “Syukurlah, bagaimana kabar Rianti?” tanyanya lagi. “Baik, Bu.” “Nggak ikut ke sini?” Tika menoleh ke arah belakang, berharap menantunya ikut datang berkunjung, namun seperti yang sudah-sudah terjadi, Rianti selalu absen dengan alasan sibuk. “Ibu tahu sendiri kan Rianti selalu sibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN