Bab 10. Kebencian yang berkarat

1123 Kata

“Iya sayang, kenapa?" Ibu menghubungi, dan suara Kiara terdengar dari seberang sana. Alifa segera bergegas turun dari ranjang untuk mengambil obat yang diresepkan dokter Ami, la tas buru-buru pulang. Itu rencananya, tapi Adrian seolah masih menuntut jawaban darinya, lelaki itu mengekori Alifa sampai ke bagian farmasi. panggilan terhubung. “Bunda kapan pulang?” tanya Kiara diseberang sana. “Sebentar lagi, sayang. Ini lagi di jalan.” bohong Alifa. “Nggak lama lagi Bunda pulang. Tunggu ya? Kiara mau Bunda beliin apa? Mau s**u?” “Iya, Bubun. Susunya habis.” “Baiklah, tunggu ya? Bunda belikan.” Panggilan segera diputus, bukan karena tidak ingin berbicara lebih lama lagi atau menanyakan apa saja yang diinginkan putri kecilnya, tapi sosok lelaki yang sejak tadi berdiri tak jauh darinya, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN