Adrian menghentak keras menuju pelepasan, sebelum lelaki itu terkulai lemas di atas tubuh Alifa. Sesuatu yang hangat angat terasa di dalam tubuh Alifa. Deru nafas saling bersahutan, keringat menetes membasahi wajah. Tatapan keduanya bertemu, rindu yang kembali saling menemukan. Adrian terdiam sejenak, menatap dalam Alifa yang kini ada dibawahnya. "Al,," panggilnya seolah memastikan wanita itu benar-benar sadar Alifa mengangguk pelan, matanya berkilau oleh emosi yang sulit dijelaskan. Tangannya terangkat, menyentuh sisi wajah Adrian, merasakan hangat kulit dan getar napas yang masih belum sepenuhnya tenang. “iya” jawabnya pelan. Suaranya bergetar, bukan karena ragu, melainkan karena sesuatu yang baru saja meledak dalam dirinya. Hening sejenak menyelimuti mereka. Bukan hening yang cang

