Rasa khawatir menyergapku saat sampai di rumah dan tak kudegar suara apapun. Tangisan bayi maupun Husniah. Padahal tadi waktu telepon, Hunsiah bilang kalau mereka sedang menangis bertiga. Apa terjadi sesuatu pada mereka? Berbagai pikiran buruk berkecamuk dalam hatiku Bergegas aku masuk ke dalam kamar bayi-bayi tersebut, kupikir mereka ada di sana. Nihil, tak ada mereka di sana. Pikiranku semakin kacau saat melihat kamar itu begitu berantakan. Popok sekali pakai yang ada kotoran bayinya berserakan di lantai, dua botol Asip tumpah di tempat yang sama. Baju-baju bayi juga berserakan di box mereka. Apa yang terjadi sebenarnya. Aku bergegas keluar kamar tersebut dan pergi ke kamar utama. Berharap mereka ada di sana. Saat pintu terbuka, perasaanku sangat lega. Mereka bertiga tertidur di atas

