32. Masih Meragukan Perasaannya

1079 Kata

“Rissa.” Oma mengetuk kesadaranku sekali lagi. “I-iya, Oma. Rissa akan mengingat semuanya.” Tidak kuduga Oma menghampiriku. Untuk pertama kalinya sejak aku lahir, Oma membingkai wajahku dengan kedua tangannya dan menatap lembut kepadaku. Demi Tuhan, aku ingin menangis karena bahagia. Hal yang menurut orang lain biasa saja, tapi sangat luar biasa untukku. “Selama ini Oma bersikap keras kepadamu, itu karena Oma mau kamu tidak menjadi gadis yang cengeng. Oma mau kamu bisa sekuat gunung batu dalam menghadapi hidup yang tidak selalu lembut memperlakukanmu. Soal kakakmu, jangan terlalu kamu pikirkan. Pikirkan kebahagiaanmu, Rissa. Jadilah kuat seperti mamamu.” Oma memuji Mama? Apa aku tidak salah mendengar? Rasa bahagia mengalir ke setiap jengkal tubuhku. Selama ini, ternyata Oma menyayangi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN