26. Capek

1256 Kata

“Papaku tahu aku tidak suka permen. Lambat laun ia pasti akan tahu anaknya sedang disekap di sini,” cetusku sinis. Tawa Mario meledak. Aku bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang ia tertawakan. Tidak ada yang lucu dalam ucapanku tadi. “Kamu bilang aku menyekapmu?” tanya Mario dengan nada merendahkan. “Aku hanya sedang menolong gadis Indonesia yang terluka dan pingsan karena tertabrak sepeda. Kamu bilang aku—“ “Tertabrak sepeda?” “Kamu pikir kamu tadi tertabrak apa? Kereta? Mobil? Bukan di sini tempatmu jika yang menabrakmu kedua kendaraan itu.” Mario menandaskan. Untunglah Mario tidak menyebut rumah sakit atau pemakaman dalam ucapannya. Jika sampai ia menyebutkan dua tempat itu, aku akan benar-benar bangkit dan mencari benda untuk menjahit mulut berbisanya. Namun, aku tetap harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN