Erlangga melonggarkan dasi yang mengikat erat di lehernya. Ia baru saja menyelesaikan meeting pertama, dan akan dilanjutkan dengan acara makan malam sekitar pukul delapan malam. Tentunya bukan hanya sekedar makan malam biasa, sebab ada pertemuan penting lainnya yang akan dilakukan sekalian makan malam. Erlangga masih memiliki waktu sekitar dua jam, yang akan digunakannya untuk beristirahat. Lelaki itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan mata terpejam. Kenapa ia merasa begitu sangat lelah, seperti kehilangan tenaga. Erlangga hanya mampu memejamkan mata, tapi ia masih bisa mendengar suara ketukan yang berasal dari pintu. Merasa tidak memiliki janji dengan siapapun, termasuk Ahmad, ia tidak beranjak sedikitpun dari tempat tidur. Sebelumnya Erlangga sempat meminta Ahmad untu

