Bab 29. Satu sama

1151 Kata

Rupanya Niken menjadi salah satu bagian dari perjalanan bisnis kali ini, wanita itu dengan liciknya mengambil kesempatan hingga membuat Erlangga tidak bisa menjauh apalagi menghindar, setidaknya selama di Makassar. “Aku butuh alasan yang tepat, Er. Jangan berbohong!” rupanya Niken masih enggan menerima kenyataan bahwa Erlangga mulai mencintai Kirana. “Nggak mungkin kamu mencintai wanita itu dalam waktu yang sangat singkat. Aku kenal baik kamu, Er.” Erlangga menghela lemah. Berusaha menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang berpotensi merusak situasi, padahal hatinya sudah sangat bergejolak ingin pergi meninggalkan tempat itu, atau lebih tepatnya meninggalkan Niken. “Artinya kamu belum kenal aku dengan baik.” balasnya dengan nada santai. Ia lantas menoleh ke arah Niken. “Kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN