31. Terlambat

1225 Kata

“Pulang malam ini juga, Pak?” Ahmad keheranan saat melihat Erlangga bergegas membereskan barang-barang ke dalam koper hanya satu jam setelah rapat terakhir. “Iya.” jawabnya tegas, bahkan tanpa menoleh ke arah Ahmad sedikitpun. “Udah pesan tiket pesawat?” Ahmad bertanya lagi, hanya untuk memastikan. “Sudah.” “Saya harus pulang malam ini juga? Maksudnya, bareng Pak Erlangga?” Kali ini Erlangga menoleh dengan tatapan kesal, yang membuat Ahmad meringis ketakutan. “Ngapain ikut saya pulang?! Kalian bisa pulang kapan aja, terserah!” jawab Erlangga dengan nada ketus. “Oh, begitu ya. Baiklah, saya dan yang lain akan pulang besok sore.” “Terserah kalian! Yang penting saya pulang malam ini juga!” Ahmad hanya mengangguk saja, ia tidak berani mengatakan apapun yang berpotensi membuat emos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN