Bab 42. Firasat

1273 Kata

Selama perjalanan pulang Kirana tidak mengatakan apapun, selain diam dan menatap kosong ke arah depan. Beberapa kali Erlangga menoleh, untuk memastikan keadaannya. “Kirana, kamu baik-baik saja?” tanya Erlangga, sebab wanita itu terlihat pucat. “Nggak.” Kirana menggelengkan kepalanya. “Aku sakit.” jawabnya, tapi ia tetap tidak menoleh sedikitpun. “Sakit apa? Mana yang sakit?” tahu kondisi istrinya sedang tidak baik, Erlangga semakin khawatir. “Bagaimana kalau kita ke rumah sakit? Mumpung masih di jalan,” “Nggak.” tolaknya. “Aku mau pulang.” Kirana menoleh. “Ke rumah kita, bukan rumah ibu.” “Tapi,,,” “Aku mau pulang.” tegas Kirana. “Baiklah.” Erlangga tidak mau mendebat, dalam keadaan seperti ini meributkan hal kecil hanya akan menambah masalah semakin besar saja. Mobil ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN