12. Asing

1274 Kata

Mobil melaju stabil di jalan malam. Naira mengemudi dengan satu tangan di setir, sesekali melirik Zidan yang sangat diam sejak tadi. Di kursi penumpang, Zidan bersandar, dengan lengan terlipat. Matanya mengikuti lampu kota yang lewat, tapi pikirannya berhenti pada Arkan. Pada kesuksesannya. Pada masa lalunya. Lalu rencana menjatuhkan pria itu. Saat rumah Zidan terlihat, Naira memperlambat laju dan memarkir di tepi jalan. "Terima kasih telah mengantarku," kata Zidan. "Ya. Terima kasih juga karena telah menemaniku." Zidan mengangguk, lalu meraih gagang pintu. Sebelum Zidan turun, Naira berkata, "Kita perlu bicara soal kontraknya. Kapan kamu ada waktu?" "Tidak sabar ingin menikah denganku?" Ada senyum tipis di sudut bibir Zidan. "Surya sudah melihatku bersamamu tadi, tinggal masala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN