Bab 33. Fajar Sang Algojo Langit di atas teluk Jakarta mulai berubah menjadi abu-abu kebiruan saat Aurora melangkah keluar dari rumah apung. Ia tidak lagi mengenakan pakaian basah yang dingin; di dalam pondok itu, Aditya telah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk sebuah setelan blazer hitam yang kaku dan fungsional. Rambutnya yang pendek ia sisir ke belakang dengan jemari yang masih gemetar, namun tatapannya kini setajam belati yang baru saja diasah. Ia membawa laptop satelit itu seperti membawa sebuah jantung yang masih berdetak. Di dalamnya tersimpan "Kunci Kelima", kebenaran yang akan menghanguskan sisa-sisa napas politik Nadia Rahma. Aurora menggunakan ponsel satelit di pondok tersebut untuk menghubungi Hendra. Pria tua itu menjawab pada dering pertama, suaranya terdengar seperti

