37. Takdir 1

1408 Kata

"Sisa pelunasan kemarin sudah ya?" Sarah menoleh pada Heni selaku penanggung jawab neraca dan jurnal keuangan yang mejanya berada paling pojok. "Yang dinas perikanan ya, Mbak? Sudah, Mbak. Kemarin sudah aku input dan hitung sama pajaknya sekalian. Aku juga udah laporan sama mas Fian," jawab Heni sambil memegang plastik kecil berisi pentol. "Kamu beli pentol ini di mana, Hen?" sahut Putra dengan mulut penuh pentol. Tangannya sedikit terangkat sambil membawa plastik yang berisi pentol, persis seperti punya Heni. Maklum saja, tadi Heni membeli beberapa untuk teman-teman kerjanya. "Di depan SD tiga empat, Mas. Enak, 'kan?" "Hmm, bumbu kacangnya pas." Putra mengangguk-angguk. "Cobain deh, Mbak! Pasti Mbak Sarah belum pernah makan beginian, 'kan?" Sarah yang tiba-tiba terseret dalam perca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN