BAB 54

1695 Kata

Luna meletakkan gelas di atas meja. “Jadi, lo mau jelasin apa?” tanya Luna kepada Fanya yang duduk di hadapannya. “Lo dulu aja yang cerita. Kapan lo mau kasih tahu Alaric tentang si Kakak? Usia kandungan lo kan udah tiga bulan. Bentar lagi perut lo bakal makin besar dan nggak bisa lo sembunyiin lagi.” “Lo lagi coba mengulur waktu ya?” Fanya tersenyum. “Nggak kok, entar juga gue cerita. Tapi lo dulu aja yang cerita, karena cerita gue bakal lumayan panjang.” “Janji ya?” “Janji.” Luna meneguk minumannya sebelum mulai bicara. “Alaric sebentar lagi ulang tahun, gue kepingin kasih kejutan buat dia.” “Kejutan apa?” “Gue kepingin ngerjain dia.” Luna tertawa jahil. “Ngerjain gimana?” tanya Fanya sambil mengambil sepotong roti bakar. “Gue kepingin cuekin dia hari itu. Biarin, gue pura-pura

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN