“Apa lo bilang?” Luna membulatkan matanya menatap Fanya. Mata Fanya mulai berkaca-kaca. “Fan, lu bilang apa barusan? Ini sama sekali nggak lucu.” Fanya meraih kedua tangan Luna, lalu dengan suara parau dia berkata, “Natha ... dia cinta sama lo.” Luna menatap Fanya dengan pandangan bertanya-tanya. “Maksudnya?” Fanya lalu menceritakan semua. Mulai dari Natha yang menggenggam tangan Luna, Natha yang menghujani Luna hadiah sepulang dari Jepang, hingga ucapan Natha bahwa ia tidak mau berandai-andai apakah ia akan mengejar cinta Luna jika saja Alaric bukanlah sahabatnya. Luna berusaha mencerna satu per satu ucapan Fanya. Lelucon apa ini sebenarnya? Jadi, selama ini Natha memiliki rasa kepadanya? “Jadi ... semua ini gara-gara gue? Lo menerima Ferdy gara-gara gue?” Luna bertanya dengan suar

