BAB 56

1318 Kata

Alaric mencuri pandang ke wajah Luna yang menyantap sarapan dengan lahap. Lalu ia melirik jam tangan. Sudah hampir waktu berangkat kerja, tetapi tak ada tanda-tanda Luna akan mengatakan sesuatu kepadanya. “Luna,” panggil Alaric. “Apa?” Luna menghentikan suapannya. “Lo tahu nggak ini hari apa?” Alaric bertanya. Luna memutar matanya. “Hari Jumat, emang kenapa?” “Bukan, maksud gue ada peringatan apa hari ini?” “Hari Anak Sedunia? Hari apa emang?” Alaric mendecak kesal. Rupanya Luna memang lupa. “Ya udahlah, nggak usah dibahas.” Alaric melanjutkan makan dalam diam, sedangkan Luna dalam hati tertawa geli. Rasain, pikir Luna. Emang enak dikerjain. Sementara itu, sambil mengunyah, Alaric sadar bahwa Luna bukannya lupa, tetapi memang dia tidak pernah memberitahu Luna tanggal ulang tahunn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN