BAB 57

1673 Kata

Alaric mendecak kesal meremas ponsel ketika tahu pesan terakhir yang masuk rasanya ragu-ragu dari Luna. Ya ampun, terpaksa gue ngaku. Entar pulang kantor gue bilang ke Luna gue ulang tahun dan mau ajak dia makan malam berdua. Syukur-syukur dia mau kasih hadiah yang gue minta. “Lo kenapa dari tadi manyun?” tegur Natha. “Muka lo kayak orang utang rentenir lo!” “Tahu dari mana lo?” Alaric kaget. Natha tertawa kecil. “Ketebak kali. Lo sibuk cek HP sambil nyebut-nyebut nama Luna.” Alaric mendecak getir. “Gue kan punya istri, bukannya dapet ucapan selamat dan dikasih perhatian, eh dia malah biasa-biasa aja. Padahal kan harusnya dia yang pertama ngucapin.” “Lagian, dulu Luna baik-baik tanya, malah lo sok berahasia. Sekarang Luna lupa, lo bete. Ya udah lo bilang aja sama Luna kalau hari ini l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN