Luna mengitarkan pandangan ke beberapa resto yang berjajar di bagian kanan dan kiri mal. Ia kemudian berjalan menuju salah satu restoran yang menyajikan makanan Cina. Sebelum belanja, ia mau makan dulu. Ia sedang ingin menyantap hidangan Kanton siang ini. Baru beberapa langkah berjalan, ia terpaku. Mata Luna menangkap sosok suaminya sedang bercengkerama bersama seorang perempuan. Mereka sedang duduk berdua di depan salah satu restoran. Itu siapa? pikir Luna menebak-nebak. Klien? Tapi nggak mungkin kalau klien. Kelihatannya mereka nggak lagi ngebahas pekerjaan kalau diperhatikan dari bahasa tubuh mereka. “Auuwww.” Luna meringis sambil memegangi perutnya. Seorang ibu secara tidak sengaja menabraknya. Ibu itu meminta maaf dan membantu menahan tubuhnya yang memang sudah terasa berat di usi

