46. Bencana

1374 Kata

"Mpan, lo tadi liat sendiri, kan? Gue papasan sama Aruna, tapi dia nggak mau noleh barang sekali, dia buang muka, Mpan. Padahal gue kangen banget, kayaknya dia nggak, ya?" Sore itu, Minggu, ketika Topan pulang ke rumah orang tua, lalu pergi bermain ala laki bersama Badai dan tentunya ada Gempa. Saat Gempa di toilet, tak dinyana ipar--atau sudah jadi mantan--lewat dan sukses membuat Badai memcelus hatinya. Well, ini di mall. Tadi mainnya di timezone, mana tahu kalau Aruna juga ada di mall ini. Kok, bisa kebetulan hingga berpapasan? Namun, benar kata Badai ... Aruna kelihatan menolak bertatapan. Sama sekali nggak noleh sekadar buat menyapa orang yang kata mama anggap 'keluarga.' "Sebenernya sefatal apa, sih, kesalahan kamu sampe dia begitu?" "Siapa?" Ini Gempa, dia datang menghampiri To

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN