Ahsan terkejut ketika selesai belajar mengemudi dan hendak menyapa Luna, tapi Luna sudah duduk di mobil bersama Pak Ali. “Loh, sekarang Pak Ali yang nyetirin?” Ahsan menyapa Pak Ali ramah. Pak Ali tersenyum lembut. “Iya, tugas baru ini.” “Tugas baru?” Ahsan melirik Luna yang duduk di kursi belakang. Gadis itu hanya meringis. “Iya. Baru semalam ditunjuk sama Abi disuruh jadi sopir pribadi Ning Luna.” Pak Ali menoleh pada Luna. “Emang kenapa, Ning? Habis nabrakin mobil atau gimana?” Luna mengedikkan bahu. “Nggak tahu, Pak. Saya nyetir di Jakarta aja aman. Biasa deh Abi kan suka overprotective gitu.” Ia melirik Ahsan sekilas, seolah jawaban itu ditujukan pada Ahsan. “Iya sih. Dulu aja Ning Nia nggak dikasih nyetir sendiri. Ning Luna aja ini karena sekolahnya jauh.” Pak Ali mulai menyala