Part 23. Sesesak itu Tanpamu!

1704 Kata

...Persetan dengan janjiku pada Rangga... * Louisa meletakkan garpunya pelan usai menyelesaikan makannya, tapi dia masih berada di meja makan bersama Marco yang dia paksa untuk datang ke rumah. Ada suatu hal yang ingin dia bicarakan empat mata dengan putra kesayangannya itu. “Nasinya sudah dingin, Marco dan kamu sudah menghabiskan lima menit hanya untuk mengaduk nasi uduk di piringmu tanpa menyuapnya." Marco meringis mendengar itu, tatapannya yang semula kosong mendadak fokus. Dia memaksakan satu suapan kecil, namun entah kenapa susah sekali untuk menelannya, "euum, aku sedang tidak terlalu lapar, Ma," gumamnya, menghindari kontak mata dengan mata tajam sang mama. "Iya, mama tahu. Wajahmu gak bisa bohong," sahut Louisa lembut namun tajam. "Secara fisik kamu ada di sini tapi pikiranmu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN