Part 22. Meet Her, Senja

1535 Kata

Hari keempat sejak Marco ‘menghilang’ dari hidupnya setelah Raras melihatnya bersama perempuan itu. Jam delapan malam, biasanya jam segini akan ada seseorang yang datang dan membawa secangkir kehangatan. Raras menatap area kosong di sebelah mikroskopnya itu selama sepuluh detik penuh. Tangannya tanpa sadar meraba permukaan meja yang dingin. "Ras, tumben deh beberapa hari ini dokter Marco gak keliatan," celetuk Siska sambil membereskan jas lab-nya, bersiap pulang seperti dirinya, “kurir pribadinya cuti, ya?" tanyanya iseng dan berikan cengiran. Raras yang tadi sempat melamun, sempat kaget dan buru-buru menarik tangannya, pura-pura sibuk mematikan lampu mikroskop, "nggak tahu, Sis. Bukan urusanku," jawab Raras datar walau dalam hati dia juga penasaran kenapa Marco menghilang tanpa kabar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN