“Nikah?” Lita mengerjap. Menatap wajah Zaldy yang mendadak berada tepat di hadapannya. “Ya.” Zaldy mengangguk pelan, seraya mengusap sisi wajah Lita dengan perlahan. “Bukannya itu yang kamu mau?” “Bu Alin?” Tangan Zaldy berhenti di sisi bawah wajah Lita. Menjepit dagu wanita itu, lalu dengan cepat menjatuhkan satu kecupan lembut di bibir Lita. “Sejak kapan kamu mikirin orang lain?” Lita kembali mengerjap. Menelan ludah dan buru-buru mengumpulkan kesadarannya. “Kalian sudah cerai?” tanya Lita memastikan dan masih mematung di tempat. “Kami masih ... suami istri.” Detik selanjutnya, Lita mendorong kuat Zaldy sehingga bisa lepas dari kungkungan pria itu. “Kamu ngajak nikah, tapi status kamu masih jadi suami orang?” Lita mengusap bibirnya berkali-kali. Menyesal, karena membiarkan bibir p

