“Kalian!” Lita menelan ludah ketika telunjuk Alin mengarah geram padanya. Masih terduduk di lantai dan menatap cepat pada Zaldy yang juga terkejut seperti dirinya. “Kamu masih ketemu dengan pelacùr itu di belakangku, Mas!” Alin menjerit. Sudah tidak tahu lagi bagaimana menumpahkan rasa sakit hatinya kali ini. Dulu, Zaldy berselingkuh darinya ketika Alin tengah mengandung anak kedua. Ketika semua terbongkar, pria itu pun mengaku menyesal dan berjanji tidak akan melakukan hal tersebut lagi. Terlebih-lebih, ketika suatu hari Zaldy pulang dalam keadaan wajah yang babak belur dan beberapa bagian tubuh yang memar. “Ada yang harus aku bicarakan dengan Lita.” Zaldy bergegas menghampiri Alin, dan berdiri di antara kedua wanita yang ada di ruangan. “Nggak ada yang harus kamu bicarakan dengan pe

