26~Bukan Cinderella

1663 Kata

“Fan, ngerasa nggak, belakangan ini ada yang ngikutin kalau kita ngantarin puding?” Lita berdiri di samping Fandy yang sudah menstarter motornya. Tidak langsung duduk dan pergi setelah menitipkan puding buatannya di salah satu penjual makanan di pagi hari. Sejak pertemuannya dengan Zaldy dan ucapan Reno tempo hari, Lita bisa menjadi parno sendiri. Namun, semua pemikiran tersebut hanya disimpannya seorang diri karena belum memiliki bukti. Karena itu pula, Lita tidak pernah lagi mengajak Tirta pergi keluar rumah. Lita memilih menitipkan putranya pada Tiara, daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Jangan noleh ke mana-mana,” larang Lita ketika sang adik hendak melihat ke sekitar. “Lihat gua aja.” Fandi menurut dan menatap Lita. “Nggak usah parno.” Lita menunduk dan tidak menoleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN