“Whoh! Sorry, sorry!” Baru saja membuka pintu, tetapi Reno kembali menutupnya dengan segera. Tanpa sengaja melihat Lita sedang mengASIhi putranya di dalam sana, membuat jantung Reno mendadak berdegup tidak karuan. Jika tahu seperti itu, Reno pasti mengetuk pintunya terlebih dahulu. Bahkan, Reno meminta pelayan yang membawa minuman untuk meletakkan pesanan tersebut di luar, karena Lita masih melakukan kegiatannya di dalam. Sekitar lima menit menunggu, pintu ruang VVIP tersebut lantas terbuka. “Maaf, tasnya Tirta ketinggalan di mobil,” ujar Lita setelah pintu terbuka lebar. “Dia rewel, minta nyusu.” “Hmm.” Reno mengangguk canggung. Ia berbalik sebentar mengambil minuman, lalu membawanya ke dalam ruangan. “Sudah pesan makan?” “Sudah,” jawab Lita sambil memegangi kedua tangan Tirta yan

