22~Bukan Cinderella

1744 Kata

Tidak seperti Tirta yang lahap dengan makanannya, Dewi justru lebih banyak melepeh, bahkan menyemburkan bubur semaunya. Terkadang, kesabaran Rindu bisa menipis tiba-tiba, tetapi tidak bisa melakukan apa pun selain mengomel. “Itu, Tirta minum vitamin buat nafsu makan nggak, sih?” tanya Rindu meletakkan mangkuk bubur pada tray di hadapan Dewi. Sudah menyerah, dan membiarkan gadis kecil itu bermain dengan sendok, juga buburnya. Sementara Tirta, baru saja melahap makanannya hingga tidak bersisa. “Tirta nggak minum vitamin,” ujar Lita kembali mengingat pertemuannya dengan Reno, karena mereka sedang berada tepi kolam renang. “Paling kalau sakit, terus dapat obat dari bidan, baru sekalian aku minta dikasih vitamin. Tapi kalau vitaminnya habis, ya, aku nggak beli lagi.” “Ohh ...” Rindu mendadak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN