“Aku mau ngelamar Lita.” Fathiya menghentikan saluran televisi yang ditontonnya di kamar. Menoleh pada Reno yang datang larut malam ke kamarnya dan belum mengganti pakaian. Putranya pasti baru pulang dari kantor dan langsung mendatangi Fathiya untuk membicarakan hal yang cukup mengejutkan tersebut. “Pergilah.” Fathiya melambai tangan dengan gestur mengusir Reno. “Mama nak tidur. Dah malam ni.” Bukannya pergi, Reno justru menghampiri tempat tidur Fathiya lalu duduk bersandar pada headboard. Di samping sang mama. “Gimana kalau aku ngelamar minggu depan?” tanya Reno menoleh pada sang mama yang berbaring dan menarik selimut memunggunginya. “Kalau Mama nggak bisa hadir, aku bisa bawa Dewa sama om Abraham ke rumahnya. Karena aku bisa nebak, tante Maria pasti juga nggak bisa datang.” “Kau ka

