Tangan renta berkeriput itu sedikit gemetar saat meraih cangkir teh lalu menyesapnya pelan. Bayu membenahi letak kacamatanya, menarik napas panjang sebelum dia kembali melanjutkan ceritanya demi memuaskan rasa penasaran Gibran. "Jadi Lintang itu gila, Kek?" Bapak satu anak itu mengulangi pertanyaannya. Bayu mengangguk. "Bisa dikatakan begitu, tapi dia tidak sepenuhnya gila." "Maksud Kakek?" "Lintang mengalami depresi yang membuatnya harus menjalani pengobatan intensif di salah satu rumah sakit jiwa," imbuh Bayu. Usianya memang uzur, tapi ingatan dan pendengarannya masih sangat jelas walau penglihatannya sesekali kabur dan butuh alat bantu. Kejadian belasan tahun silam itu masih Bayu ingat dengan jelas. "Kakek tahu apa yang bikin Lintang sampai mengalami depresi?" "Tentu saja, ta