Gibran tak henti tertawa membayangkan seperti apa reaksi Melati begitu melihat kalau yang datang menemuinya adalah salah seorang perawat gendut yang terkenal galak dan cerewet. Bisa-bisa jantung Melati copot hanya dengan ditatap oleh perawat berusia hampir mendekati setengah abad itu. "Mas, mau sampai kapan tertawanya?" Gemas, Nada mencubit lengan suaminya. Pria itu tak berhenti tertawa bahkan ketika mereka menginjakkan kaki di kantor. "Aku hanya sedang membayangkan seperti apa wajah si centil itu. Dia pasti sedang akting cari perhatian saja tadi," timpal Gibran. Nada menggeleng. Alam seolah merestui ide dadakan yang terlintas di benak suaminya barusan. Perawat galak itu tiba-tiba saja melintas di depan mereka, langsung saja Gibran meminta bantuannya untuk menenangkan Melati. Ibu sat