66. Memergoki Arka

1617 Kata

Nada memalingkan wajah tak kuasa jika terus ditatap Gibran sedemikian rupa. Nyalinya yang begitu tinggi hingga membuatnya melakukan serangan mendadak barusan, perlahan menguap digantikan menjadi rasa malu yang tak terkira. Nada hanya berniat ingin menghentikan ocehan suaminya saja, tak menyangka dirinya akan bersikap agresif seperti itu. 'Tadi seperti singa liar, sekarang seperti anak kucing yang menggemaskan. Sebenarnya apa yang sedang ada di pikirannya saat ini.' Gibran tak memindahkan pandangannya dari wajah yang tampak bersemu, terlihat menggoda apalagi ketika pandangannya semakin turun ke bawah. Bagian paling ranum dari wajah seputih s**u itu tampak lembab dan sedikit bengkak akibat ulahnya. "Ayo, jalan. Nanti kita bisa pulang kemalaman." Andai wanita itu bisa bicara, Gibran y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN