Nada dapat merasakan lembutnya kasur yang ditempatinya saat ini, selimut berbulu halus nan tebal yang menutupi tubuhnya juga terasa hangat. Rasa nyaman itu mendorong Nada membuka matanya. Untuk sesaat wanita itu mengernyit menyadari ia mengenali kamar yang ditempatinya saat ini. Bingkai keluarga yang terpajang di dinding tepat di bawah jam biru yang menggantung. Ya, tidak salah lagi, dia ada di kamarnya yang ada di rumah orang tuanya. Menoleh ke samping, Nada melihat Ken masih terlelap pulas dengan baju hangatnya serta topi bulu yang menutupi sebagian kepalanya. Nada baru saja akan turun dari ranjang untuk mencari keberadaan suaminya saat bersamaan dengan itu daun pintu terbuka lebar. Sosok yang dicarinya telah berdiri menjulang di sana dengan membawa nampan berisi dua buah cangkir. "Sud