Sempat ragu, berpikir Umar hanya mempermainkannya tapi kini Ammar memang berada di sebuah rumah sakit. Mengintip Amira di dalam sana yang bahagia sekali menerima tote bag yang Umar dan pacarnya itu bawa. Entah mana yang benar untuk disebut, cewek itu pacarnya Umar atau justru selingkuhannya? Kembali pada ekspresi Amira yang riang, Ammar masih belum lega. Wanitanya memang tersenyum tapi dia sedang sakit. Setelah mendengar penuturan Umar bahwa Nena lah yang menyiapkan pakaian Amira juga makan siang yang wanginya saja sudah menggugah selera, Amira memeluk Nena yang duduk di brangkarnya. “Dia bilang apa?” tanya Nena pada Umar. Umar kembali bertugas menjadi penerjemah untuk Amira dan Nena. Jadi yang Amira tanyakan adalah kenapa mereka hanya membawakan seporsi makan siang saja. Amira yang ha

