Raffa baru membaringkan punggung rentanya di ranjang ketika seseorang mengetuk pintu rumahnya malam itu. Pria itu bangkit diiringi dengan suara ringisan dari mulutnya. Sejak cucunya menikah, ia memang jadi merasa begitu tua. Semoga saja ia sempat bertemu dengan cicitnya nanti. Beberapa malam sebelumnya Raffa sempat berpikir untuk kembali pulang saja ke tanah air kalau nanti Ammar sudah memiliki anak. Cucu-cucunya sudah besar dan dia pun tidak sanggup lagi untuk menggendong mereka. Hal itu membuat Raffa kangen menimang-nimang bayi yang masih merah. “Malam, Kek..” ucap orang yang tidak pernah ia bayangkan untuk mengetuk pintunya semalam ini. “Kalian mau bulan madu lagi?” Raffa begitu kaget mendapati cucu dan cucu menantunya di depan pintu pada jam seperti ini. Wanita yang berdiri di sam

