Luna membalas ciuman Hayes dengan intensitas yang sama. Itu adalah rekonsiliasi fisik dari sebuah perang dingin. Tangan Hayes segera menjelajah. Ia menarik gaun Luna, mengabaikan fakta bahwa mereka berada di dalam mobil, mengabaikan risiko. Luna meraih kaus Hayes, menariknya dengan frustrasi. Hayes menarik diri sedikit, suaranya kasar. "Mengaku. Katakan kamu salah." "Aku tidak ... Mmph!" Luna membalas dengan ciuman yang lebih dalam, menolak pengakuan verbal. Hayes mencengkeram rahang Luna, memaksanya menatap matanya. "Katakan!" "Aku butuh kamu, Nnngh!" Luna mendesis, suaranya tercekat di antara bibir mereka. Itu bukan pengakuan kesalahan, melainkan pengakuan ketergantungan. Gairah meledak. Tangan Hayes semakin menjelajah, mengabaikan batas-batas pakaian. Luna merasakan dirinya

