Detik-Detik Kritis di Ambang Pintu.

1081 Kata

Hayes mengumpat pelan. Axel seharusnya sakit perut dan tidur pulas! ​“Tadi Alfredo bilang Luna ada di sini mencariku,” suara Axel terdengar lebih dekat. “Aku ke bawah, tapi Luna tidak ada. Pa, apa kamu melihat Luna? Aku butuh bantuan skripsi, katanya dia mau datang pagi ini!” ​Luna memejamkan mata. Rencana Hayes runtuh. Alibi skripsi dan pertemuan pagi adalah kesalahan besar yang kini menjadi boomerang. ​Hayes dan Luna, yang masih berada dalam jarak yang sangat dekat di atas kasur, membeku. Mereka tidak bisa bergerak. Mereka tidak bisa bersuara. Mereka harus bersembunyi. ​Hayes bergerak cepat, memberi isyarat putus asa agar Luna segera bersembunyi. ​Terlambat. ​Terdengar bunyi gagang pintu diputar. Pintu kamar Hayes yang besar itu perlahan terbuka, dan Axel berdiri di ambang pintu, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN