Luna kini tahu bahwa dia memegang kunci tidak hanya ke hati Hayes, tetapi juga ke ruang kerjanya yang paling pribadi. *** Setelah insiden pagi yang hampir fatal itu, Hayes kembali ke kasur. Ia memang kelelahan luar biasa akibat perjalanan gila lintas benua dan aktivitas intensif yang baru saja terjadi. Namun, tidur tidak segera datang. Hayes terbaring di kasur, menatap langit-langit, tangannya diletakkan di belakang kepala. Ia tidak bisa melupakan bagaimana Luna, yang biasanya penuh perhitungan, begitu mudah ditarik ke dalam gairah. Dan yang paling penting, hampir tertangkap basah oleh Axel, putranya sendiri. Hayes merasa terguncang. Jantungnya masih berdebar kencang, bukan karena kelelahan, melainkan karena percampuran antara rasa takut, kegembiraan, dan rasa bersalah. Aku hampir

