Setelah Axel pergi dari apartemen Luna, Luna segera mengunci pintu. Jantungnya masih berdebar kencang, bukan lagi karena Axel, melainkan karena perintah Hayes yang baru dan mendadak. Hayes semula mengalah, tetapi kini ia melanggar keputusannya sendiri, mengusir Axel secara tidak langsung, dan meminta Luna datang segera. Perubahan suasana hati Hayes terasa liar dan tidak terduga. Luna berlari ke kamarnya. Ia tidak punya waktu untuk mandi, hanya menyemprotkan parfum dan merapikan rambutnya. Ia mengenakan dress kasual yang sederhana. Ia tahu, pakaian itu tidak akan bertahan lama, tetapi ia harus menjaga kepura-puraan di depan Herman, sopir Hayes. Luna turun. Di ujung jalan, Herman sudah menunggu dengan mobil lain—bukan Bugatti, tetapi sebuah sedan mewah hitam yang tidak mencolok. Herm

