Pagi di penthouse baru terasa mewah dan sunyi, diselimuti oleh tirai tebal yang meredam cahaya metropolitan. Luna mendesah dalam tidur nyenyaknya, diliputi kehangatan dan kelegaan dari sesi intens malam sebelumnya. Aroma khas Hayes—campuran cologne mahal dan musk alaminya—adalah satu-satunya yang ia hirup. Ia mulai merasakan sensasi yang menyenangkan dan familiar, sebuah gelombang kenikmatan yang perlahan-lahan menjalar. Sensasi itu terasa seperti mimpi, lembut namun mengalir, sebuah pelepasan dari segala ketegangan. Ia mendesah, bergumam samar, yakin bahwa kenikmatan yang ia rasakan hanyalah mimpi yang diperankan oleh Hayes. "Hmmm ...." Gumaman lembut lolos dari bibirnya, sebuah pengakuan bawah sadar atas kenikmatan yang datang. Sensasi itu semakin intens, menghilangkan sisa-sisa kan

