Tolong Tinggalkan Hanzel, Zella!

1278 Kata

Ridwan menatap Amel dengan tatapan kosong, lalu melempar kunci mobilnya ke meja. "Diam, Amel! Kau tidak membantu sama sekali! Aku sedang berpikir bagaimana caranya memperbaiki kekacauan ini!" "Tapi... tapi gaya hidup kita! Aku sudah terbiasa dengan ini, Mas! Aku tidak mau kembali hidup susah seperti dulu!" Amel mulai menangis histeris. Ia memegangi perutnya yang sedikit membesar, tanda kehamilannya yang masih muda. "Bagaimana dengan bayi kita? Apa dia akan lahir dalam kemiskinan?" Tangisan Amel hanya menambah sakit kepala Ridwan. Ia tahu Amel hanya peduli pada uang dan status sosial. Ia merindukan Zella yang dulu, yang selalu tenang dan mendukungnya, meskipun ia tahu itu adalah kemunafikan belaka. "Sudah cukup!" bentak Ridwan. "Aku akan menghubungi Hartono. Dia pasti punya jalan keluar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN