bc

Terpaksa Menikahi Mantan

book_age18+
1.8K
IKUTI
8.8K
BACA
detective
city
like
intro-logo
Uraian

Zalina Alvisa sudah tidak pacaran lagi semenjak ditinggal oleh mantan kekasihnya. Dia sudah nyaman dengan kehidupan sendirinya. Tanpa beban atau apapun juga.

David Ardito Livingstone Ingin mendapatkan kembali hati Zalina. Wanita yang memang dulu dia cintai. Apalagi dengan kesalahan pahaman di masa lalunya. Dia hanya ingin memperbaiki semuanya dari sekarang.

David cemburu ketika melihat Zalina di club dan dengan ide gilanya. David menutupi mukanya dengan topeng dan menghampiri Zalina. Melakukan malam yang indah ketika Zalina dalam keadaan mabuk.

Meninggalkan Zalina sendiri, tanpa mengatakan kalau dia yang sudah melakukan malam yang indah itu bersama dengan mantannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Kencan Satu Malam
"Kamu masih nyaman sendiri atau belum move on dari David?"  Zalina melihat kearah sahabatnya yang memang malah menyindir dirinya. Kenapa semuanya harus dihubungkan dengan pria berengsek itu. Padahal Zalina sudah membenci sosok David yang sudah mengkhianatinya dan lebih memilih bersama dengan wanita lain. "Aku tidak ingin membahasnya lagi!" "Loh, memangnya kenapa? Buktinya kamu belum punya pasangan lagi selepas dari dia." Zalina memutar bola matanya jengah, terus jika dia belum punya pasangan bukan berarti dia harus cari pasangan kencan yang lain bukan? Ini sama saja membuat dia jadi kesal sendiri. Lagian dia bisa mencari kekasihnya nanti.  Kehidupan dirinya yang memang sudah cukup baik dan sudah tidak mau berhubungan dengan David yang sudah mengkhianatinya.  "Kalau kamu tidak percaya, besok kita ke club malam, aku akan cari pria kencan semalam, tapi tidak untuk berhubungan dengannya. Hanya untuk membuktikan saja kalau aku sudah move on dari David!" Zalina menantang temannya, dia tersenyum dengan penuh arti. Dia hanya tidak mau dianggap belum move on dari David dan akan lebih baik jika dia mencari teman kencan. "Baiklah, nanti malam kita ke sana." Ziva pergi begitu saja meninggalkan Zalina yang memang masih bimbang. Apa keputusan ini sudah benar untuk dirinya. Atau salah? Tidak mungkin jika dia terus saja seperti ini.  "Dia pikir aku belum move on dari David! Pria itu sudah mengkhianati ku."  Zalina akhirnya kembali untuk bekerja, dia memang menjadi CEO di perusahaan keluarganya. Wanita dengan karir yang cemerlang. Hanya saja dalam urusan cinta dia nol, tidak pernah dekat dengan pria manapun juga. Dan banyak romor beredar kalau dia belum move on dari David Livingstone CEO Livingstone.  **** Malam hari telah tiba, Zalina saat ini memasuki sebuah club malam bersama dengan Ziva. Wanita itu hanya ingin membuktikan saja kalau memang dia saat ini sudah move on dengan David.  "Kamu yakin memilih tempat ini untuk kencan?" tanya Ziva.  "Iya aku yakin. Ayo." Mereka mengambil minum dan lalu langsung menari dengan dentuman musik. Zalina sengaja mencari pria yang memang dia suka. Sudah bisa dia tebak apa yang akan dia terjadi saat ini.  Ziva mengikuti Zalina saja, dia sedikit tidak nyaman ketika ada yang memperhatikan dirinya seperti ini.  Tanpa mereka berdua sadari, ada seorang pria yang mengepalkan tangannya dengan kesal. Pria itu sedari tadi memperhatikan lekuk tubuh dari Zalina yang menurutnya sangat mempesona.  "Sial! Untuk apa dia datang ke sini?" maki pria itu dengan kesal.  "Kenapa David? Bukannya itu adalah mantan mu?" tanya seorang pria yang ada disebelah David.  "Iya!" David mengatakan itu lalu dia hendak akan pergi, namun dicegah oleh temannya. David kesal ketika melihat wanita yang dia cinta malah berada di tempat terkutuk seperti ini. Untuk apa dia datang ke tempat ini? Apalagi dengan baju yang bisa dikatakan kurang bahan. "Kamu mau ke mana bro?" "Tentu saja untuk bersenang-senang," ucap dia dengan sekilas.  David sengaja berjalan mendekati Zalina. Dia kesal karena melihat Zalina yang menggunakan baju yang bisa dibilang begitu sangat seksi. Apalagi dengan tubuhnya yang bergeliya dengan pria lain. Demi apapun David sudah dibakar cemburu sekarang.  Dia sengaja menggunakan topeng agar wajahnya tidak terlihat oleh Zalina. Dia ikut menari dengan wanita itu. David bahkan bisa mencium bau alkohol dari mulut Zalina. Wanita itu sudah mabuk saat ini.  "Sial! Dia menggodaku." Zalina tidak menyadari kalau orang yang ada di hadapannya itu adalah mantannya. Dia hanya melingkarkan tangannya itu pada leher pria itu. Yang Zalina pikirkan saat ini adalah hanya kencan satu malam' nya saja. "Mari menari bersama." Zalina mengatakan itu dengan berani pada pria yang menggunakan topeng itu. Entah kemana temannya Ziva yang tadi bersama dengan dirinya. Zalina hanya bersenang-senang ketika dia yang sudah mabuk sekarang.  Dentuman irama musik yang begitu dominan membawa mereka berdua terbuai. Zalina memberinya dirinya untuk menggoda pria yang ada dihadapannya. Dia menyatukan bibirnya dengan penuh keberanian.  David mencekal pinggang Zalina dengan penuh kehangatan. Sepertinya wanita itu tengah mabuk dan ini sangat menguntungkan untuk David.  "Kamu mau bersenang-senang?" tanya Zalina pada pria yang ada dihadapannya.  Dia tau apa yang sudah terjadi saat ini. Zalina menatap kearah David dengan sekilas. Entah kenapa dia merasa sedikit senang. Lalu kembali memberikan minuman pada Zalina, tentu saja dia memberikan sesuatu pada minuman itu. Jangan ditanya apa, semua orang dewasa pasti paham. "Kamu mabuk hm?" Zalina hanya menerimanya saja dan dia mencoba untuk meminumnya dengan sekali teguk. Membuat pria yang ada dihadapannya itu tersenyum. "Terimakasih," ucap Zalina. David memiringkan wajahnya sambil tersenyum dengan penuh arti pada Zalina. Entah kenapa dia merasa sedikit senang.  "Kenapa hm?" "Tidak," ucap wanita itu sambil tertawa. David tau kalau Zalina saat ini tengah mabuk. Apalagi dia tadi meminum banyak sekali alkohol. Zalina mengambil lagi alkohol tersebut lalu meminumnya dengan sekali tegukan.  "Kamu sudah mabuk sayang, jangan minum lagi," ucap David.  Zalina yang mendengar suara itu malah tersenyum aneh. "ah kenapa suaramu seperti dengan si berengsek!" David terdiam, apa Zalina mengetahui dirinya? Padahal saat ini dia sudah menggunakan topeng. Lalu tanpa menunggu lama lagi, David akhirnya menarik tangan Zalina untuk keluar dari tempat ini.  "Hei! Kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Zalina yang akan memberontak ketika dia malah merasa kesal. Dia bahkan tidak tau lagi harus melakukan apa. Sejujurnya dia merasa kesal.  "Ah sial!" Zalina bahkan tidak tau harus melakukan apalagi setelah ini. Dia berusaha melakukan hal yang baik untuk dirinya.  "Jangan mengumpat sayang. Lebih baik kamu ikut masuk ke mobil. Aku akan memberikan kesenangan untuk dirimu." Zalina tidak menolaknya, dia hanya menurutinya saja. Masuk ke dalam mobil orang yang menggunakan topeng itu. Dia sudah dalam keadaan mabuk sekarang.  David tersenyum dengan penuh arti ketika melihat kearah Zalina. Lalu dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.  Dia akan membawa wanita itu ke dalam sebuah hotel yang memang dia sewa.  Menggendong Zalina ketika wanita itu sepertinya sudah tertidur. Melihat Zalina yang sudah tidak berdaya seperti ini membuat dia semangat. Sampai pada akhirnya, David membawa Zalina masuk kedalam kamar sewaannya. Zalina terbangun dan langsung menarik David. Tanpa di duga sama sekali, Zalina mencium bibirnya dengan penuh semangat. Tentu saja kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh David. Dia tentu saja membalas sentuhan yang menurut dia manis.  "Ah rasanya memang manis." Sentuhan demi sentuhan dia lakukan. David melepaskan baju yang saat ini digunakannya dan melemparnya secara sembarangan. "Kamu milikku dan selamanya akan menjadi milikku." David berbisik seperti itu pada Zalina sebelum akhirnya dia membuka baju yang digunakan oleh Zalina. Melihat wanita itu lalu mendorongnya ke ranjang.  "You Are Mine." BERSAMBUNG

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.5K
bc

Kali kedua

read
219.4K
bc

TERNODA

read
200.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook