Sedangkan Dita, sambil mendengarkan pembicaraan Rani dan Indra, air mata terus mengalir deras membasahi pipinya. Dia sudah menduga Indra pasti bertanggung jawab atas kehamilan Rani. Dita sudah sangat hafal betul bagaimana sikap Indra, pria itu adalah orang baik yang tidak mungkin lari dari masalah. Sungguh, keputusan Indra barusan membuat Dita membekap mulutnya sendiri agar tangisnya tak mengeluarkan suara. Saka yang berada di samping Dita berusaha menenangkan wanita itu. Jujur saja Saka terkejut dengan keputusan Indra. Bagaimana tidak, Saka berpikir kalau Indra akan menyetujui saran kalau Sakalah yang akan menikahi Rani. Saka berusaha merangkul Dita untuk menenangkannya. “Aku udah tahu, dan aku harus kuat,” ucap Dita pelan masih sambil menangis. Saka tidak tahu harus berbuat apa, bahka