Bagas berdiri, memperhatikan tautan tangan Yuri pada lengan Erik. Pemuda itu mendekati keduanya, dengan tidak sopannya malah melepas paksa tangan Yuri dari lengan Erik. Hal itu tentu saja mengejutkan Yuri. Sikap Bagas sungguh diluar dari prediksi. "Yuri! Kamu bercanda kan?" tanyanya sembari mencekal lengan sang mantan kekasih. Yuri menepis kasar tangannya hingga terlepas. "Nggak ada yang sedang bercanda di sini." Bagas mendongak untuk dapat melihat wajah tenang Erik. "Paman! Ada yang bisa kamu jelaskan padaku? Paman tidak mungkin menikahi Yuri, kan? Kalian berdua tidak saling kenal. Tidak mungkin tiba-tiba kalian menikah begitu saja. Dan asal Paman Erik tahu. Yuri ini kekasihku. Bahkan aku sudah meminta pada papa untuk melamar Yuri untukku." "Diam kamu, Bagas!" Kali ini Erwin lah yang