Yuri duduk dalam diam bersandar pada kepala ranjang. Erik menghampiri. Merangkak naik ke atas ranjang dan duduk di samping sang istri. "Kenapa diam? Mikirin Bagas, hem?" Yuri mendongak. "Siapa juga yang mikirin Bagas." Erik terkekeh. "Kukira kamu kepikiran sama Bagas." "Tidak sama sekali. Bagas hanyalah masa laluku." "Apa benar kamu pernah diselingkuhi Bagas?" "Iya. Tepat di hari pernikahan Tante Sonia dan Pak Bayu, aku melihat secara langsung Bagas sedang berduaan bersama seorang wanita di dalam apartemennya." "Lalu kalian putus?" "Iya." "Tapi sepertinya Bagas masih perduli sama kamu?" "Aku tidak tahu. Tapi yang jelas aku sudah tidak memiliki perasaan apapun sama dia. Terlebih setelah Malika memusuhiku karena Bagas. Makin malas saja aku berhubungan sama dia. Ah, sudahlah kenapa